Raja Salman Fasilitasi Ambulance Udara Untuk WNI Sakit

Chulan sebelum dipulangkan ke tanah air.

Salah seorang korban tragedi Mina, Chulan binti Kasim, yang merupakan WNI asal Sumatera Barat dipulangkan ke Tanah Air. Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz memfasilitasi penuh kepulangan Chulan dengan ambulans udara.

Ambulans udara itu berupa pesawat khusus Aero Medical Aviation (Medevac) dengan nomor registrasi HZMS5B. Chulan diberangkatkan dari Bandara King Abdul Aziz pada Sabtu (30/4) pukul 22.00 waktu Saudi dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, hari ini. Demikian siaran pers KBRI Riyadh yang diterima detikcom, Minggu (1/5/2017).

Sebelum dipulangkan, Chulan telah dirawat selama 8 bulan di RS Al Haras Wataniy. Kondisi Chulan sangat tergantung dengan alat bantu pernafasan berupa ventilator dan tidak dapat berkomunikasi.

Ambulans yang membawa Chulan dari RS ke Bandara King Abdul Aziz.

Menkes RI Nila F Moeloek juga sempat menjenguk Chulan pada Maret 2016. Sebelumnya, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah berkoordinasi untuk menyampaikan surat permohonan ke Kemlu Saudi, Kemdagri Saudi, dan Kementerian Haji Saudi pada 24 Januari 2016 untuk memulangkan Chulan.

Selanjutnya Kemenkes RI menyanggupi untuk menindaklanjuti perawatan Chulan sepulangnya ke Tanah Air.

Selama penerbangan, Chulan akan dimonitor oleh tim medis yakni Nimah Nur Matasief dan Zuhaer Tahir Jawa. Dubes LBPP RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyampaikan rasa terima kasih atas nama pemerintah Indonesia kepada Raja Salman.

Menurut dia fasilitas yang diberikan oleh Raja Salman juga memperkuat hubungan antara RI dengan Arab Saudi. Fasilitas ini memperkuat diplomasi kemanusiaan di Saunesia (Arab Saudi-Indonesia).

Ambulance

Maftuh menaksir fasilitas yang diberikan Raja Salman senilai USD 405.000 atau sekitar Rp 5,3 miliar. Ambulans udara tersebut akan kembali ke Arab Saudi pada Selasa (3/5) mendatang.

Tragedi Mina terjadi pada musim haji September 2015 saat jemaah terlibat desak-desakan di Jalan 204. Saat itu jemaat hendak melakukan ritual lempar jumrah. Korban tewas lebih 2.000 jemaah, 100 lebih di antaranya berasal dari Indonesia.

Sumber: detik
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment