Kasih Ibu Sepanjang Masa, Bagaimana Dengan Kasih Anak?


Menjadi Ibu adalah karunia terbesar bagi seorang wanita di dalam hidupnya. Seluruh kasih sayang akan diberikan seluruhnya kepada sang anak.

Ini adalah sebuah gambaran yang akan menyadarkan kita, betapa besarnya pengorbanan serta kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya.

Sebelum kita terlahir, ibu selalu memastikan kita dalam keadaan sehat. Mengandung selama 9 bulan. Begitu banyak cobaan yang ibu alami. Sampai untuk tidur pun susah, dikarenakan perut yang semakin hari semakin membesar.

Sesaat kita baru lahir. Ibu selalu menjaga dan merawat kita sepanjang masa. Dengan penuh kasih sayang dan kesabaran sang ibu dalam segala hal, termasuk dalam memandikan. Saat sesibuk apapun, ibu akan selalu ada waktu bagi anaknya.

Saat sang anak lapar, ibu dengan kasih sayang nya akan menyusui atau menyuapi sang anak dengan senyuman dan kesabaran. Bahkan ada beberapa diantara ibu yang berusaha atau bekerja keras tanpa henti untuk memberikan yang terbaik untuk sang anak.

Dan tahukah kita, apa yang dilakukan ibu seusai shalat? Ya, dia tanpa hentinya selalu mendoakan kita, dengan segala ketulusan hati dia. Lalu apa yang telah kita perbuat terhadapnya? Membahagiakannya kah? Atau mendoakannya kah?

Tidak sampai disitu saja. Ketika sang anak sudah berpisah dengan ibu, dikarenakan sudah memiliki keluarga baru. Ibu tanpa hentinya selalu memikirkan dan mendoakan sang anak. Dan berharap, pada saat itu ada sang anak yang selalu menemaninya. Tapi ibu memakluminya, karena itu memang sudah jalan yang di ikhlaskan ketika anaknya memutuskan untuk memiliki keluarga baru (menikah).

Sesekali, tengoklah ibu kita. Agar rasa kangen ibu dapat terbayarkan dengan kehadiran kita dihadapannya. Kehadiran kita dihadapannya itu sudah lebih dari harga sebuah rumah dan mobil mewah. Karena yang diharapkan ibu kepada sang anak adalah bukan hal-hal yang mewah yang mungkin saat ini kita miliki. Tapi kasih sayang sang anak lah yang diharapkan oleh ibu.

Jangan sampai penyesalan besar yang akan kita dapatkan. Dikarenakan rasa kangen kita muncul ketika ibu sudah tiada.

Bahkan Rasulullah pernah menyampaikan sabda tentang keutamaan seorang ibu dari seorang Bahz bin Hakim. Meriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasul. Lelaki itu bertanya, "Siapakah yang harus saya taati?" Kemudian Rasul menjawab, "Ibumu". Dan bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasul menjawab, "Ibumu". Dia bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasul menjawab "Ibumu". Dan bertanya lagi, "Kemudian siapa lagi?" Rasul menjawab, "Ayahmu. Kemudian kerabat terdekat yang disusul kerabat lainnya".

Ini menunjukan, betapa mulianya seorang Ibu di mata Rasul. Sehingga beliau menyebutkan kata ibu sampai 3 kali, baru di susul ayah.

Kasihilah ibu sebagaimana ibu mengasihi kita.

Mengasihi dan menyayangi ibu tidak kenal waktu. Jangan hanya ketika ada Hari Ibu, kita baru mau ucapkan selamat hari ibu lantas baru mau mengasihi dan menyayangi ibu.

Ingat, kasih ibu sepanjang masa. Tak kenal waktu, ruang, dan tempat. Balaslah besarnya kasih mereka dengan kasih kita.

Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment