Tips Berburu Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran Via Online


Sejak PT Kereta Api Indonesia memberlakukan penjualan tiket 3 bulan sebelum perjalanan, kini persiapan libur Lebaran harus sudah Anda lakukan lebih dini. Meski hari Raya Idul Fitri jatuh pada 6 Juli–7 Juli, perburuan tiket kereta api untuk pulang ke kampung halaman sudah mulai dilakukan. Bahkan, tak sampai sehari tiket kereta yang dijual sudah ludes terjual.

Menghadapi padatnya traffic pembelian tiket mudik, Agus Komarudin, VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia memberikan tips berburu tiket sebagai berikut:
  1. Usahakan agar koneksi internet stabil selama proses pencarian
  2. Traffic akan sangat penuh pada beberapa jam pertama tiket dirilis. Karena itu, cobalah untuk melakukan pemesanan tiket pada jam-jam berikutnya. Pada beberapa kasus, beberapa pelanggan yang berhasil memesan tiket pada beberapa jam pertama setelah tiket dirilis tidak segera melakukan pembayaran sehingga tiket hangus dan kembali tersedia pada jam berikutnya
  3. Untuk pemudik dari area Jakarta dan sekitarnya, cobalah untuk memesan tiket dengan rute keberangkatan dari stasiun Gambir yang persaingannya tidak seketat jika memesan tiket dengan keberangkatan dari stasiun Pasar Senen
  4. Carilah alternatid tiket terusan. Misalnya jika ingin menuju Semarang, dapat memesan tiket dengan rute Stasiun Pasar Senen- Stasiun Tegal untuk kemudian meneruskan KA rute Tegal – Semarang
  5. Belilah tiket melalui e-kiosk yang tersedia di stasiun.
Untuk musim mudik Lebaran tahun ini, PT Kereta Api Indonesia menawarkan 14.088 tiket promo selama masa Lebaran 2016 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Untuk menambah antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi KA sebagai pilihan mudik dan balik, KAI juga memberikan program 'Promo Mudik Lebaran 2016 dengan jumlah total kursi promo sebanyak 14.088 kursi.

Promo mudik Lebaran 2016 untuk 14.088 kursi yang berlaku untuk pemesanan mulai 30 April sampai 17 Juli 2016.

Ada sekitar 40 kereta yang disiapkan untuk kursi promo Lebaran.

Misalnya, Argo Bromo Anggrek (Stasiun Surabaya Pasarturi-Gambir), Bima (Stasiun Malang Gambir), Turangga (Stasiun Surabaya Gubeng-Bandung), Gajahwong (Stasiun Lempuyangan Yogyakarta-Pasar Senen) dan lainnya.

Sumber: tribun
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment